<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671</id><updated>2012-02-16T11:00:38.551-08:00</updated><title type='text'>adonara</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-540327421171210589</id><published>2008-01-08T16:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T16:13:46.744-08:00</updated><title type='text'>ADONARAIS SEJATI</title><content type='html'>Kau telah berkata “ kebesaran Adonaraku tidak ternilai harganya, segala sesuatu&lt;br/&gt;baik adanya sehingga mendukung kebesarannya. Dalam dunia tempat segala&lt;br/&gt;sesuatu kehilangan maknanya, seperti kami anak Adonara beruntung menemukan&lt;br/&gt;makna dalam takdir Adonara kami, harus mengorbankan segala sesuatunya.”&lt;br/&gt;Aku berkeinginan mampu mencintai Adonara sekaligus mencintai keadilan&lt;br/&gt;dan kedamaian. Aku hanya menginginkan kebesaran bagi Adonara, kebesaran yang&lt;br/&gt;lahir dari darah dan tradisi. Aku ingin menghidupkan Adonaraku dengan&lt;br/&gt;menghidupkan kecintaan dan kedamaian.&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Apakah aku jawab dengan pedas&lt;br/&gt;“ Ah, Aku tidak Mencintai Adonaraku”&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Aku ingin mengatakan kebesaran apa yang membuat aku tetap hidup, keberanian&lt;br/&gt;macam apa yang aku hargai. Karena sungguh sedikit yang melakukan kekerasan&lt;br/&gt;ketika aku telah menyiapkan kekerasan dan ketika kekerasan lebih alami bagiku&lt;br/&gt;ketimbang berpikir.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Suatu fakta bahwa kebencian dan kekerasan adalah hal kosong pada diriku sendiri.&lt;br/&gt;Aku terpaksa mengatasi kelemahanku untuk semuannya, yakni citra yang telah&lt;br/&gt;terbentuk tentang cinta dan damai, dimana keyakinan telah berakar kuat dalam diri&lt;br/&gt;ku sehingga tidak ada kemenangan yang berguna. Adonaraku patut mendapatkan&lt;br/&gt;cinta yang sulit dan persyaratannya yang merupakan milikku. Dan aku percaya&lt;br/&gt;Adonaraku ini patut diperjuangkan kerena ia patut mendapatkan cinta yang lebih&lt;br/&gt;tinggi. Dan sebaliknya, apakah kukatakan bahwa Adonaraku telah menerima cinta&lt;br/&gt;yang memang layak diterima dari putra-putranya yang merupakan cinta buta?.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kata – kata selalu mengambil warna perbuatan dan pengorbanan apakah&lt;br/&gt;harus mendapat tambahan yang buta dan berdarah dan akan selamanya&lt;br/&gt;bertentangan, padahal didalam kata itu aku akan menaruh pijar itelegensi yang&lt;br/&gt;menjadikan keberanian lebih sulit dan memberiku sesuatu yang utuh. Akhirnya, aku&lt;br/&gt;memahami bahwa nadaku benar-benar tidak berubah.&lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Nada yang digunakan Adonara ku yang lama adalah nada yang sama kugunakan hari ini hanya cuma waktu dan kondisi yang berbeda. &lt;i&gt;(Demi mereka yang masih bertanya kepada saya&lt;br/&gt;tentang masa depan seperti apa yang diharapkan untuk Adonara, saya akan&lt;br/&gt;berusaha dalam ruang sesingkat mungkin dan tetap berjarak sedekat mungkin&lt;br/&gt;dengan realitas Adonara )&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;PRO ADONARAISME&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;i&gt;YanzenRianTobi&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-540327421171210589?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/540327421171210589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=540327421171210589' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/540327421171210589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/540327421171210589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2008/01/adonarais-sejati.html' title='ADONARAIS SEJATI'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-2012693702142059883</id><published>2008-01-08T16:07:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T16:30:16.593-08:00</updated><title type='text'>PEREMPUAN ADONARA HARUS IKUT BERJUANG</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Perjuangan untuk mencapai impian atau cita-cita, masih di&lt;br/&gt;perhadapkan dengan berbagai kondisi dan konstruksi budaya yang&lt;br/&gt;memperlihatkan sisi-sisi kontroversialnya terutama terhadap berbagai&lt;br/&gt;persoalan yang mengedepankan penemuan model pembangunan yang ideal bagi&lt;br/&gt;suatu komunitas baru. Menjadi pertanyaan Reflektif kita bersama â€oe&lt;br/&gt;sanggupkah Adonara jadi kabupaten jika kita beranjak dari persoalan&lt;br/&gt;konstruksi budaya ini â€oe.yang pasti ini bukan merupakan gambaran&lt;br/&gt;kepesimisan atau kegelisaan dalam perjuangan menjemput Adonara jadi&lt;br/&gt;kabupaten,tetapi lebih pada adanya kesadaran untuk menemukan titik-titik&lt;br/&gt;penting apakah Adonara siap jadi kabupaten. Adonara yang di perhadapkan&lt;br/&gt;dengan kondisi ril masyarakatnya di mana rekonstruksi budayanya yang luar&lt;br/&gt;biasa berpengaruh, telah menempatkan sebagian komponen masyarakatnya di&lt;br/&gt;sisi-sisi yang cukup memprihatinkan. Ini merupakan bagian dari sebagian&lt;br/&gt;persoalan akan siap dan tidaknya adonara menjadi sebuah kabupaten.&lt;br/&gt;Sekelompok masyarakat yang saat ini cukup berpengaruh dalam&lt;br/&gt;persoalan rekonstruksi budaya tersebut adalah perempuan dalam kapasitasnya&lt;br/&gt;sebagai anggota masyarakat yang sebenarnya memiliki kedudukan yang sama&lt;br/&gt;dengan kelompok manusia yang lain yakni kaum laki-laki.Bagi orang Adonara&lt;br/&gt;Perempuan dapat di golongkan dalam kelompok kelas dua.Apakah masalah&lt;br/&gt;perempuan ini juga sempat di pikirkan oleh setiap mereka yang selalu&lt;br/&gt;optimis bahwa Adonara Siap jadi kabupaten atau juga sadarkah&lt;br/&gt;perempuan-perempuan adonara akan integritasnya sebagi bagian dari komponen&lt;br/&gt;masyarakat yang siap berjuang ?,sepertinya hal ini terasa jauh sekali&lt;br/&gt;karena yang selama ini di koar-koarkan dalam tulisan ataupun setiap seruan&lt;br/&gt;hanyalah sebuah gambaran secara gamblang bahwa adonara siap jadi&lt;br/&gt;kabupaten. Dan di manakah Perempuan â€“Perempuan Adonara ? siapkah Perempuan&lt;br/&gt;â€“Perempuan Adonara untuk ikut berjuang mencapai adonara Jadi Kabupaten ?&lt;br/&gt;Apakah Adonara hanya milik kaum laki-laki ?&lt;br/&gt;Perjuangan, Lahir dari Kesadaran.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Berbicara tentang perjuangan bagi segenap kaum hawa Adonara mungkin saja&lt;br/&gt;bukanlah hal yang sangat luar biasa, juga bukan merupakan sebuah&lt;br/&gt;tanggungjawab, atau juga bukan merupakan hak,tapi perjuangan itu lebih&lt;br/&gt;cendrung bukan menjadi milik seorang perempuan tetapi lebih pada&lt;br/&gt;representasi dari julukan untuk kaum adam adalam mempertahankan hidup dan&lt;br/&gt;keturunanya untuk mengisi bumi Adonara. Ini jelas-jelas menunjukan adanya&lt;br/&gt;perbedaan yang luar biasa jauh antara seorang perempuan dan seorang&lt;br/&gt;laki-laki di adonara ? Ketika isu Gender di kampanyekan di mana-mana,&lt;br/&gt;orang lalu mulai berpikir mungkin ini saatnya semua perempuan harus lebih&lt;br/&gt;berkomitmen untuk mengupayakan adanya kesetaraan yang tentunya akan&lt;br/&gt;berdampak pada perubahan tatanan kehidupan yang lebih mengedepankan rasa&lt;br/&gt;hormat dan penghargaan terhadap setiap komponen masyarakat terutama&lt;br/&gt;perempuan yang dalam konstruksi budaya masih di kelas dua. Dan sayangnya&lt;br/&gt;banyak perempuan-perempuan yang belum menyadari hal ini, dan kondisi&lt;br/&gt;inilah yang terjadi di Adonara. Ketika di perhadapkan dengan persolan&lt;br/&gt;kesetaraan gender, maka beralihlah persoalan sebagai bagian dari benturan&lt;br/&gt;budaya yang kemudian menimbulkan asumsi perjuangan untuk mencapai&lt;br/&gt;kesetaraan gender lebih cendrung menempatkan perempuan di atas&lt;br/&gt;segalah-galahnya dan pada akhirnya kemudian hanya di anggap sebagai bagian&lt;br/&gt;dari kesombongan orang-orang yang masih mencari popularitas.&lt;br/&gt;Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan, dan bahkan kalau di biarkan akan&lt;br/&gt;semakin membias menuju ke sebuah kondisi antara siap dan tidak semua&lt;br/&gt;komponen masyarakat untuk bertarung mencapai adonara jadi kabupaten . Dan&lt;br/&gt;kata perjuangan di harapkan bukan menjadi sebuah seruan perlawanan tetapi&lt;br/&gt;lebih pada sebuah bangunan kesadaran akan pentinya upaya pengembangan diri&lt;br/&gt;menuju manusia yang berintelek dan berkepribadian menuju suatu tatanan&lt;br/&gt;masyarakat yang sejaterah. Perjuangan harus klahir dari kesadaran utuh&lt;br/&gt;sebagai manusia yang memiliki hak untuk hidup yang sama, kesadaran akan&lt;br/&gt;keberadaan sebagai aktor dari kehidupan bermasyarakat,dan kesadaran akan&lt;br/&gt;nilai yang mengharuska semua komponen masyarakat itu satu dan sama dalam&lt;br/&gt;pendistribusian peran dalam kehidupan bermasyarakat. Jika keasadaran ini&lt;br/&gt;benar-benar ada, maka jangan perna malu untuk mengakui keoptimisan kita&lt;br/&gt;bahwa Adonara siap jadi kabupaten ? Karena hal ini merupakan bangunan yang&lt;br/&gt;paling mendasar dari pelaku pendeklarasi Adonara Siap jadi kabupaten.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dimanakah Perempuan-Perempuan Adonara ?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pertanyaan sederhanan ini bagi kelompok masyarakat biasa mungkin&lt;br/&gt;jawabanya juga biasa-biasa saja. Tetapi ketika pertanyaan ini bagi&lt;br/&gt;kelompok masyarakat intelektual yang kini lagi mengencam pendidikan, yang&lt;br/&gt;sedang menggeluti dunia kerja atau yang sedikit memahami maknan dari&lt;br/&gt;sebuah perjuangan dan cita-cita , mungkin bukan jawaban singkat tetapi&lt;br/&gt;lebih pada sebuah permenungan panjang akan keberadaanya sebagai generasi&lt;br/&gt;penerus bangsa,terlepas dari kapasitasnya sebagai laki-laki ataupun&lt;br/&gt;perempuan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Perempuan Adonara dalam pemahaman singkat kita adalah sekelompok orang&lt;br/&gt;yang berkumpul dalam suatu komunitas yang di namakan masyarakat Adonara&lt;br/&gt;dengan pola hidupnya bersandar pada konstruksi budaya yang begitu kental&lt;br/&gt;dengan kebiasaan yang sangat sulit untuk di tinggalkan.&lt;br/&gt;Perempuan-perempuan Adonara yang lahir dari kukungan budaya ini , kemudian&lt;br/&gt;tumbuh dan berkembang memenuhi seluruh jagat Adonara dengan jumlah yang&lt;br/&gt;lebih besar di bandingkan dengan jumlah laki-laki. Perempuan Adonara juga&lt;br/&gt;lahir dengan berbagai karetristik yang unik tetapi kemudian berbenturan&lt;br/&gt;dengan persoalan adat istiadat yang kemudian mengkukung mereka dalam suatu&lt;br/&gt;garis keterbatasan dan kehilangan keberanian untuk lebih banyak berbicara&lt;br/&gt;ketimbang laki-laki. Dan juga Perempuan Adonara yang lahir dan&lt;br/&gt;kenberadaanya di bedakan dari laki-laki karena kerap kali ada bahasa&lt;br/&gt;klasik yang muncul â€oe Perempuan Adonara itu jumlahnya seribu baru bisa&lt;br/&gt;sebanding dengan satu orang laki-laki Adonaraâ€oe.&lt;br/&gt;Maka sadarkah kaum perempuan-perempuan Adonaraku sekalian akan semua makna&lt;br/&gt;ini ? Apakah nilai kita sebagai manusia harus hilang di telan waktu begitu&lt;br/&gt;saja. Atau apakah juga keberadaan kita hanyalah sebagai simbol untuk&lt;br/&gt;memenuhi muka bumi, Ini tak perlu di jawab tapi cukup untuk menjadi sebuah&lt;br/&gt;permenungan panjang akan arti dari sebuah seruan untuk menggugah kesadaran&lt;br/&gt;kita bersama akan pentingnya persatuan dan kesatuan tanpa ada perbedaan&lt;br/&gt;laki-laki dan perempuan untuk menjemput cita-cita Adonara siap jadi&lt;br/&gt;kabupaten. Adat Istiadat akan selalu kita junjung tinggi,tapi di lain sisi&lt;br/&gt;perjuangan untuk mempertahankan kehidupan yang lebih sempurna juga&lt;br/&gt;merupakan tujuan akhir dari kehidupan di muka bumi, karena sesungguhnya&lt;br/&gt;tuhan menciptakan kita juga tanpa memangdang antara laki-laki dan&lt;br/&gt;perempuan harus ada yang di istimewakan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebenarnya Konstruksi budaya yang kental di Adonara bukanlah menkjadi&lt;br/&gt;penghalang buat kita kaum perempuan sekalian untuk meninggalkan hakekat&lt;br/&gt;keberadaan kita sebagai generasi penerus panji perjuangan bangsa.tetapi&lt;br/&gt;lebih pada itu ,Kukungan adat ini harus menjadi cambuk perjuangan kita&lt;br/&gt;untuk membuktikan kepada dunia bahwa ada sebagian pengghargaan yang luar&lt;br/&gt;biasa besarnya yang di berikan oleh leluhur kita melalui adat dan&lt;br/&gt;kebiasaan kita ,tetap akan kita junjung tinggi tanpa melupakan semangat&lt;br/&gt;dan sebuah nilai perjuangan melalui pendidikan dan pengembangna diri&lt;br/&gt;selanjutnya implementasinya di masyarakat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sehingga untuk menjawab di manakah perempuan â€“perempuan Adonara ,cukuplah&lt;br/&gt;kita dengan mengakui bahwa kita siap berjuang dengan cara kita dan tidak&lt;br/&gt;akan meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah di tinggallkan oleh&lt;br/&gt;leluhur kita. Kondisi ini menunjukan bagaimana kita sebagai perempuan siap&lt;br/&gt;untk menjadi bingkai yang akan mewarnai Adonara siap jadi kabupaten .&lt;br/&gt;Mampuhkah kita membuktikanya, Maka jadilah kaum perempuan yang berilmu ,&lt;br/&gt;yang bermoral. Perempuan Adonara tidak boleh hilang,tapi perempuan Adonara&lt;br/&gt;harus tetap ada dan akan tetap ada dan siap menjadi pejuang menuju Adonara&lt;br/&gt;jadi kabupaten.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketika seorang perempuan tumbuh dengan kerakternya yang mengantar dia&lt;br/&gt;menuju ke sisi-sisi kepemimpinan ,maka lahirlah berbagai pemikiran,antara&lt;br/&gt;menyudutkan bahkan kecemburuan dan membuat dia di tempatkan di kelompok&lt;br/&gt;orang- orang sombong. Hal ini yang sering muncul di kalangan kelompok&lt;br/&gt;perempuan â€“ perempuan, termasuk kelompok-kelompok perempuan Adonara. Ini&lt;br/&gt;merupakan sebuah tantangan terberat ketika kita mencoba untuk berbicara&lt;br/&gt;soal komitmen dan perjuangan. Mungkinkah kecemburuan akan melahirkan&lt;br/&gt;keberhasilan? Mungkinkah kedengkian akan melahikan persatuan? Hal-hal ini&lt;br/&gt;sangat rentan terjadi di kalangan perempuan-perempuan Adonara. Demikianlah&lt;br/&gt;menjadi sebuah seruan moril â€oe bahwa ketika kita hendak berjuang maka&lt;br/&gt;memupuk rasa persatuan merupakan hal yang paling mendasar. Kesamaan&lt;br/&gt;presepsi, merupakan tuntutan utama ketika kita mencoba membangun gerakan&lt;br/&gt;bersama menuju Adonara jadi kabupaten. Gerakan ini harus di bangun di atas&lt;br/&gt;kessadaran kita sebagai sesama komponen masyarakat adonara,juga di atas&lt;br/&gt;keyakinan kita akan masa depan generasi kita yang lahir dari rahim kita&lt;br/&gt;yang akan memenuhi tanah Adonara. Harus juga di renungkan bersama bahwa&lt;br/&gt;gerakan kita bukan merupakan sebuah gerakan perlawanan yang radikal tetapi&lt;br/&gt;lebih dari sebuah kesadaran utuh sebagai ibu dari sekian generasi yang&lt;br/&gt;akan hadir di kemudian hari nanti,juga bukanlah merupakan sebuah gerakan&lt;br/&gt;sakit hati karena kukungan budaya tapi sesungguhnya lebih pada sebuah&lt;br/&gt;jawaban atas realitas yang menuntut kita untuk lebih banyak melihat&lt;br/&gt;tantangan zaman tanpa harus melupakan dimana kita di lahirkan dan di&lt;br/&gt;besarkan. Suara Bung Karno yang menyatakan Perempuan adalah pencipta&lt;br/&gt;peradaban hendaknya tetap di pegang teguh dalam setiap langkah perjuangan&lt;br/&gt;kita. Rasa persatuan harus tetap di pupuk dalam suatu komitmen akan&lt;br/&gt;tercapainya cita-cita Adonara siap jadi kabupaten.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;Untuk menggali makna di balik kilasan sederhana antara perempuan dan&lt;br/&gt;adonara adalah bagian dari proses yang harus di mulai sebelum berbicara&lt;br/&gt;banyak tentang Adonara jadi kabupaten. Membangun komitmen merupakan&lt;br/&gt;langkah awal untuk menjemput cita-cita,karena kita pada umumnya masi&lt;br/&gt;tergenang di muara yang mengisahkan sejuta keegohan kita sebagai&lt;br/&gt;masyarakat Adonara. Juga rasa persatuan yang masih di lilit sejuta&lt;br/&gt;persoalan karena status sosial dan lain sebaginya. Tentang perempuan&lt;br/&gt;adalah satu dari sekian persoalan yang harus selalu di bedah ketika kita&lt;br/&gt;bicara siap dan tidaknya kita menjadi satu kabupaten . Muda-mudahan&lt;br/&gt;gambaran sederhana ini bisa mengantar kita lebih jauh ke alam pemikiran&lt;br/&gt;akan sebagian masalah yang dapat meyakinkan kita untuk membangun komitmen&lt;br/&gt;Adonara siap jadi kabupaten.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;i&gt;Penulis Wartawan SKM Expo Lamaholot&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-2012693702142059883?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/2012693702142059883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=2012693702142059883' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/2012693702142059883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/2012693702142059883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2008/01/perempuan-adonara-harus-ikut-berjuang.html' title='PEREMPUAN ADONARA HARUS IKUT BERJUANG'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-7004655083923969442</id><published>2008-01-08T15:48:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T16:31:01.751-08:00</updated><title type='text'>PRAKTIK KEHIDUPAN DI PULAU ADONARA</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;Pemberian mas kawin berupa gading gajah di Pulau Adonara &lt;br/&gt;sekarang ini masih dipraktikkan secara ketat. Tidak ada perkawinan tanpa gading. Batang gading itu tidak hanya memiliki nilai adat, tetapi&lt;br/&gt;juga kekerabatan, harga diri perempuan, dan nilai ekonomis yang tinggi.&lt;br/&gt;Meski perkembangan ilmu dan teknologi informasi terus merembes &lt;br/&gt;sampai ke pelosok-pelosok desa di Pulau Adonara, &lt;br/&gt;mas kawin berupa gading gajah tidak pernah hilang dari kehidupan mereka.&lt;br/&gt;Kehidupan orang Adonara secara keseluruhan berada dalam suasana &lt;br/&gt;adat yang kuat, yang mengikat.&lt;br/&gt;Adat istiadat dalam kehidupan masyarakat Adonara (Solor) khususnya dan Flores Timur&lt;br/&gt;(Lembata) pada umumnya disebut budaya Lamaholot. &lt;br/&gt;Budaya Lamaholot demikian melekat dalam kehidupan masyarakat setempat. Setiap warga Lamaholot juga harus mampu menguasai bahasa&lt;br/&gt;daerah Lamaholot dan mengikuti tata krama daerah itu.&lt;br/&gt;"Gading gajah tidak hanya mengikat hubungan perkawinan antara suami-istri, &lt;br/&gt;atau antara keluarga perempuan dan keluarga laki-laki, &lt;br/&gt;tetapi seluruh kumpulan masyarakat di suatu wilayah. &lt;br/&gt;Perkawinan itu memiliki nilai sakral yang meluas, suci, dan bermartabat yang lebih sosialis,"&lt;br/&gt;Gading gajah merupakan simbol penghargaan tertinggi terhadap pribadi seorang gadis yang&lt;br/&gt;hendak dinikahi. &lt;br/&gt;Penghargaan atas kepercayaan, kejujuran, ketulusan, dan keramahan yang dimiliki&lt;br/&gt;sang gadis. Kesediaan menyerahkan mas kawin gading gajah kepada keluarga wanita pertanda&lt;br/&gt;membangun suasana harmonis bagi kehidupan sosial budaya setempat. &lt;br/&gt;Meski di Adonara tidakmemiliki gajah, kaum pria tidak pernah gentar memenuhi pemberian mas kawin gading gajah.&lt;br/&gt;Sampai tahun 1970-an, gadis Adonara tidak boleh keluar rumah tanpa perlindungan,&lt;br/&gt;pengawalan, dan pengawasan pihak keluarga. Mereka bahkan tidak bisa keluar rumah pada malam hari. Tidak ada perkawinan tanpa gading. Pernikahan gadis asal Adonara selalu ditandai dengan pembicaraan mas kawin gading gajah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Lima jenis&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;Di masyarakat Adonara dikenal lebih kurang lima jenis gading. Namun, jika sang pria menikahi&lt;br/&gt;perempuan yang masih berhubungan darah dengannya, maka dia akan kena denda, yakni memberi tambahan dua jenis gading sehingga totalnya menjadi tujuh jenis gading. Kelima jenis gading itu adalah :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Bala belee (gading besar dan panjang) dengan panjang satu depa orang dewasa.&lt;br/&gt; Bala kelikene (setengah depa sampai pergelangan tangan)&lt;br/&gt; Kewayane (setengah depa sampai siku)&lt;br/&gt; Ina umene (setengah depan sampai batas bahu)&lt;br/&gt; Opu lake (setengah depa, persis belah dada tengah).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dua jenis gading tambahan yang biasa dijadikan sebagai denda ukurannya ditentukan sesuai dengan kesepakatan.&lt;br/&gt;Satuan yang dipakai untuk menentukan besar atau kecil sebatang gading adalah depa, satu&lt;br/&gt;depa orang dewasa (rentangan tangan dari ujung jari tengah tangan kiri ke ujung jari tengah tangan kanan).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Juru bicara keluarga biasanya memiliki keterampilan memahami bahasa adat, tata cara&lt;br/&gt;pemberian, ungkapan-ungkapan adat, dan bagaimana membuka dan mengakhiri setiap pembicaraan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tiap-tiap juru bicara harus mengingatkan keluarga wanita atau pria agar tidak melupakan segala hasil kesepakatan bersama.&lt;br/&gt;Juru bicara pria bersama orangtua calon pengantin pria selanjutnya mendatangi keluarga&lt;br/&gt;wanita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kedatangan pertama itu untuk menyampaikan niat sang pria menikahi gadis pujaannya.&lt;br/&gt;Biasanya pasangan yang saling jatuh hati ini masih memiliki hubungan kekerabatan, yang sering&lt;br/&gt;disebut anak om atau tanta.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kedekatan hubungan ini memang direstui dan dikehendaki adat, tetapi sering bertentangan&lt;br/&gt;dengan hukum agama. Kalau ada kasus-kasus seperti itu, hal tersebut juga dibahas pada saat koda pake, pembahasan resmi mengenai adat perkawinan antara keluarga besar calon pengantin pria dan keluarga besar calon pengantin wanita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Oleh karena itu, kedua pihak juga perlu menentukan waktu pertemuan bersama calon&lt;br/&gt;pengantin masing-masing, menanyakan kebenaran dan keseriusan kedua calon pengantin&lt;br/&gt;membangun rumah tangga baru. Jika ada pengakuan terbuka di hadapan kedua pihak orangtua,&lt;br/&gt;pertemuan akan dilanjutkan ke tingkat keluarga besar dan akhirnya memasuki tahap pembicaraan adat sesungguhnya, koda pake. Pada koda pake itulah disepakati jumlah gading yang dijadikan mas kawin, besar dan panjang gading, serta kapan gading mulai diserahkan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Penyerahan gading berlangsung pada tahap pai napa. Pada acara ini pihak pria menyerahkan&lt;br/&gt;mas kawin berupa gading gajah disertai beberapa babi, kambing, ayam jantan, dan minuman arak. Di sisi lain, pihak wanita menyiapkan anting, gelang dari gading, cincin, rantai mas, serta kain sarung yang berkualitas. Selain itu, perlengkapan dapur, mulai dari alat memasak sampai piring dan sendok makan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Meski tidak dipatok dalam proses pai napa, pemberian dari pihak wanita kepada keluarga pria&lt;br/&gt;merupakan suatu kewajiban adat. Perlengkapan dari pihak wanita harus benar-benar disiapkan dan nilainya harus bisa bersaing dengan nilai gading.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Keluarga wanita akan merasa malu dengan sendirinya jika tidak mempersiapkan perlengkapan&lt;br/&gt;tersebut, atau nilai dari barang-barang itu tidak seimbang dengan nilai gading, babi, kambing, dan ayam yang disiapkan keluarga pria. Keseimbangan pemberian ini supaya kedua pihak dapat&lt;br/&gt;merayakan pesta adat di masing-masing kelompok.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Wanita akan menjadi sasaran kemarahan dan emosi keluarga pria jika pihak keluarga wanita&lt;br/&gt;tidak menyiapkan "imbalan" sama sekali. Di sinilah biasanya awal kekerasan terhadap perempuan dapat terjadi, bahkan tidak jarang berakhir dengan perceraian.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Belakangan ini dikenal satu istilah gere rero lodo rema, atau gere rema lodo rero. Artinya,&lt;br/&gt;gading gajah hanya dibawa siang atau malam hari ke rumah pihak keluarga wanita, dan pada malam atau siang hari dibawa pulang ke pemiliknya. Kehadiran gading itu hanya sebagai simbol, memenuhi tuntutan adat. Pihak wanita tidak harus memiliki gading tersebut.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Peristiwa seperti ini sering terjadi kalau sang pria yang menikah dengan gadis Lamaholot&lt;br/&gt;adalah orang dari luar lingkungan budaya Lamaholot, seperti Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Bali. Gading dalam bahasa Lamaholot disebut "bala". Saat ini jumlah gading yang beredar di Pulau Adonara, semakin sedikit. Gading makin langka karena banyak pengumpul gading dari luar Flores membeli dari Adonara. Harga satu batang gading di pasaran Rp 5 juta-Rp 50 juta, tergantung dari besar (panjang)-nya.. &lt;br/&gt;Di Lewopao, Adonara Timur, terdapat satu batang gading dengan lima cabang.&lt;br/&gt;Gading itu dinilai keramat. Setiap tahun harus dibuatkan upacara adat, yakni memandikan dan&lt;br/&gt;memberi makan minum kepada gading tersebut.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Gading seperti itu merupakan simbol kehadiran nenek moyang, sumber kehidupan, kekayaan,&lt;br/&gt;dan kesempurnaan hidup, karena itu harus dihormati. Pada malam hari, gading tersebut bahkan&lt;br/&gt;dipercaya bisa bercahaya, berbicara, dan bertunas.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mengapa gading menjadi mas kawin utama di Adonara, versinya beragam.&lt;br/&gt;Ernst Vatter dalam buku Ata Kiwang (1563) mengemukakan, sebelum menggunakan gading,&lt;br/&gt;perkawinan di Pulau Solor dan Alor mirip dengan membeli seorang gadis. Pengantin pria harus&lt;br/&gt;membeli pengantin wanita dengan sejumlah uang Belanda dan budak.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Mas Kawin Gading "yang Tak Pernah Retak&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;Sejumlah tokoh adat dan agama di Adonara, Nusa Tenggara Timur, memperkirakan budaya&lt;br/&gt;pemberian mas kawin gading gajah suatu saat akan lenyap.&lt;br/&gt;Generasi muda akan meninggalkan adat perkawinan seperti itu karena tidak semua orang memiliki gading dan tidak mudah mendapatkan gading gajah. Jumlah gading yang dipersyaratkan untuk meminang seorang gadis pun tidak sedikit, bisa sampai 10 batang. Oleh karena itu, tokoh masyarakat terutama di Adonara, mempertimbangkan kembali budaya pemberian mas kawin gading gajah tersebut.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Harus dipertahankan atau dihapus? Jika dipertahankan, katanya, maka harus ditetapkan&lt;br/&gt;dalam suatu musyawarah besar masyarakat Lamaholot dengan tujuan menegakkan kembali nama besar mas kawin gading. Namun, jika sebagian besar masyarakat adat Lamaholot tidak menghendaki lagi kewajiban melamar dengan membawa mas kawin gading, maka budaya itu tentunya dihapus. Pendapat itu tentunya tidak muncul begitu saja. Dalam 10 tahun terakhir ini praktik pemberian mas kawin gading makin pudar. Sebagian masyarakat mempraktikkannya, tetapi sebagian lainnya tidak.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Kadang-kadang dalam kesepakatan adat antara keluarga pria dan wanita, pihak pria diwajibkan menyerahkan 10 batang gading kepada keluarga wanita sebelum menikah resmi secara agama. Tetapi, karena keluarga pria tidak sanggup mengadakan gading sebanyak itu, pernikahan pun ditunda atau dilaksanakan tanpa penyerahan sebatang gading pun," .&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Penentuan berapa batang gading yang diperlukan untuk meminang seorang anak gadis&lt;br/&gt;memang tidak jelas. Versi suku Corebima di Kiwangona Adonara Timur, untuk melamar anak wanita pertama (tertua), calon pengantin pria harus menyiapkan mas kawin 10 batang gading gajah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bagi anak wanita kedua, jumlah gading yang harus disiapkan tujuh batang, sedangkan bagi&lt;br/&gt;anak wanita ketiga dan anak wanita keempat masing-masing lima dan tiga batang. Namun,&lt;br/&gt;kebanyakan masyarakat selalu hormat pada kesepakatan kedua pihak saat upacara koda pake, yakni pertemuan keluarga pria dan wanita dalam kaitan penentuan jumlah gading gajah yang harus disiapkan sebagai mas kawin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pembahasan mengenai gading yang harus dipersiapkan sebagai mas kawin masih merupakan&lt;br/&gt;acara adat yang penting di Adonara khususnya dan Flores Timur serta Lembata pada umumnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebuah pertemuan adat perkawinan tidak akan seru tanpa membahas masalah gading. Dalam&lt;br/&gt;proses tawar-menawar gading itu, pihak keluarga wanita biasanya cenderung emosional dan&lt;br/&gt;berkuasa penuh atas seluruh pembicaraan. Pihak keluarga pria harus hati-hati mengeluarkan&lt;br/&gt;pernyataan. Jika ada kalimat yang salah diucapkan, bisa-bisa mereka kena denda—berupa gading atau binatang sesuai dengan tuntutan pihak keluarga wanita, di luar mas kawin.&lt;br/&gt;Tidak direalisasikan Belakangan ini gading hanya dibicarakan selama proses adat, tetapi tidak direalisasikan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Padahal, pembicaraan tentang itu dilakukan untuk menempatkan perkawinan sebagai sesuatu yang sakral, mulia, dan terhormat. Jika gading hanya dibicarakan tanpa realisasi, calon istri bisa dianggap remeh oleh sang pria. Pria akan menilai perkawinan merupakan sesuatu yang biasa dan ia pun bisa berselingkuh.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ada berpendapat mas kawin gading tidak boleh dihapus. Apalagi, di Lamaholot, mas kawin&lt;br/&gt;gading masih memiliki posisi sentral. Belum ada warga suku Lamaholot, khususnya Adonara, yang meminta uang ketika anak gadisnya dilamar pria Adonara. Meski hanya disimpan di rumah, gading memiliki nilai sosial yang tinggi. Rumah yang dihiasi gading dinilai rumah bergengsi, berkhasiat, dan rumah berezeki.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Uang miliaran rupiah di bank tidak mampu mengimbangi status sosial keluarga itu, hanya&lt;br/&gt;karena sebatang gading yang tersimpan di rumah. Gading memiliki nilai mistis, magis, dan karena itu sangat berpengaruh terhadap hasil keturunan dari pasangan suami istri. Karena itu, sebuah perkawinan harus dilengkapi dengan pemberian gading sebagai mas kawin," .&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Di beberapa tempat di Pulau Adonara, sebatang gading sering diperlakukan istimewa, luar&lt;br/&gt;biasa, karena dinilai memiliki kekuatan tertentu. Misalnya, dipercaya bisa berjalan pada saat bulan purnama, menggandakan kekayaan keluarga, dan mampu menyembuhkan orang sakit parah. Gading gajah dimandikan lalu air cucian itu diminumkan kepada orang yang sakit.&lt;br/&gt;Saat ini memang tidak semua perempuan Adonara setuju dengan mas kawin gading.&lt;br/&gt;Sebagian dari mereka lebih suka kalau mas kawin diwujudkan dalam bentuk uang mengingat gading semakin sulit didapatkan, di samping harganya mahal dan dinilai sangat membebani masa depan keluarga.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Contohnya Ny Adelheid Benga (35) dari Desa Mewet, Adonara Barat, Flores Timur, misalnya,&lt;br/&gt;menyebutkan, dari 10 batang gading yang diputuskan dalam proses adat koda pake pada tahun 1995, yang terpenuhi baru satu batang. Itu pun diserahkan pada tahun 2003 dan didapatkan dengan susah payah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Suami saya beli gading itu dari Waiwerang dengan harga Rp 11 juta, tetapi uang tersebut kami&lt;br/&gt;pinjam dari tetangga. Saat itu pihak pemilik gading minta uang Rp 11 juta diserahkan secara tunai, baru gading boleh keluar dari rumah. Kami belum punya uang sebesar itu, akhirnya pinjam dari tetangga Rp 5 juta untuk menggenapi simpanan yang ada," tuturnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Benga melangsungkan "kawin lari" dengan Rensus pada tahun 1995. Ketika itu keduanya masih&lt;br/&gt;duduk di SMA Waiwerang, Adonara Timur. Meskipun mereka kemudian hidup bersama sebagai suami istri, keluarga Rensus belum memberi mas kawin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah delapan tahun anak pertama mereka lahir, keluarga Rensus menyerahkan mas kawin&lt;br/&gt;berupa satu batang gading, bala belee, yang nilainya Rp 11 juta.&lt;br/&gt;Jika selama pernikahan Rensus dan Benga tidak meraih kesepuluh gading tersebut, berarti&lt;br/&gt;pemenuhan sembilan gading lainnya akan dibebankan kepada anak laki-laki pertama mereka. Jika anak laki-laki pertama meninggal dunia, tanggung jawab itu dialihkan kepada anak laki-laki kedua.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Karena itu, tanggung jawab anak laki-laki mereka itu semakin berat sebab suatu saat anak itu&lt;br/&gt;juga akan menikah dan harus memberi mas kawin kepada pasangannya. "Kondisi ini tentu amat&lt;br/&gt;membebani keluarga besar Rensus. Bagaimanapun, mereka harus bertanggung jawab atas&lt;br/&gt;kesepakatan adat mas kawin tersebut," papar Nasu Kopong.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Untuk meringankan utang mas kawin, sering dalam masyarakat Lamaholot satu atau dua anak&lt;br/&gt;perempuan hasil perkawinan Benga dan Rensus diserahkan kepada keluarga besar Benga. Anak&lt;br/&gt;perempuan itu akan menjadi hak penuh orangtua Benga.&lt;br/&gt;Sampai tahun 1960-an satu batang gading dihargai dengan satu anak perempuan. Jika&lt;br/&gt;Rensus memiliki 2-3 saudara perempuan, misalnya, saudaranya itu dapat diserahkan kepada&lt;br/&gt;keluarga Benga. Di sana mereka dijadikan sebagai "pekerja".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Utang mas kawin itu tidak hapus meski sang istri meninggal terlebih dahulu dari suaminya. Tidak ada anggota keluarga yang bebas dari mas kawin. Tak heran jika utang mas kawin dari nenek dan kakek masih ditanggung para anak, cucu, atau cicit. Tak heran bila makin hari makin banyak pria asal Lamaholot yang menikah dengan perempuan dari&lt;br/&gt;luar daerah tersebut. Misalnya, menikah dengan perempuan asal Jawa atau lainnya. Itulah budaya yang hingga kini masih terus dibahas eksistensinya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Adonara, 'suka berperang', gemar merantau&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;DALAM catatan perjalanan Prof. Dr. Ernst Vatter sekitar tahun 1929-1930 yang disuguhkan dalam bukunya "Ata Kiwan", antropolog ini menyebut Adonara sebagai "pulau pembunuh". "Adonara yang kecil ini membuat sakit kepala pemerintah, karena di sana sering terjadi pembunuhan balas dendam, ... dendam keluarga atau dendam kampung masih merupakan kejadian sehari-hari di antara penduduk yang keras dan suka berperang ini". Demikian kesaksian Ernst Vatter mengenai watak kaum pria dari Nusa Tadon Adonara.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Judul buku Ata Kiwan (judul aslinya: Unbekannte Bergvolker im Tropichen Holland) sangat kuat menampilkan kesan penulis akan peradaban masyarakat yang sedemikian kolot, tidak hanya di pulau Adonara, tetapi juga di Flores Timur, Solor dan Alor, daerah yang "hampir tidak dikenal orang" saat itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ata Kiwan lebih kurang artinya orang udik, dari pedalaman, dari gunung atau bukit yang jauh dari kota dan belum tersentuh peradaban modern.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apa khabar Adonara saat ini? Pulau itu kini sudah menjadi gudang komoditi perkebunan dan&lt;br/&gt;pertanian yang menyumbang tidak sedikit pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Flores Timur. Apalagi setelah Lembata pisah dari Kabupaten Flotim, Adonara menjadi sandaran utama Kabupaten Flotim dalam mendulang PAD selain Solor dan sebagian ujung timur Pulau Flores. Tanaman perkebunan semisal kelapa, kemiri, kopi, cengkeh, vanili, pisang dan tanaman pertanian seperti padi, jagung, kacang ijo dan jarak merupakan tanaman yang diakrabi penduduk saat ini. Pulau kecil di ujung timur Pulau Flores itu juga dikelilingi selat yang kaya akan ikan. Potensi ini juga menjadi mutiara bagi masa depan Kabupaten Flotim.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Namun kendala utama yang dihadapi penduduk Adonara ialah sarana jalan raya. Banyak wilayah (desa/kampung) kantong produksi masih belum dilalui sarana jalan raya yang baik. Pulau itu hanya dilingkari satu ruas jalan propinsi dari Waiwerang-Sagu-Kolilanang-Waiwadan-Lite-Knotan dan kembali ke Waiwerang. Sedangkan ruas menuju kantong-kantong produksi semisal di Adonara bagian barat, masih sangat minim. Padahal, wilayah barat ini paling subur dan terkenal sebagai "gudang" kopi, kemiri, kopra, cengkeh, vanili dan pisang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Meski dijuluki Ernst Vatter sebagai pulau pembunuh, namun penduduk pulau itu terbilang ramah terhadap pendatang yang bermaksud baik. Para pedagang dari hampir seluruh pelosok nusantara sudah singgah di beberapa pelabuhan di pulau itu semisal Sagu (pantainya kini menjadi perkampungan orang Buton), Waiwerang, Terong dan Waiwadan. Tiga dermaga laut terakhir ini sampai sekarang disinggahi kapal-kapal niaga dari Surabaya dan Makasar. Kontak dagang antar penduduk asli dengan pendatang tidak jarang berlanjut dengan kawin-mawin sehingga pulau yang juga acap disebut-sebut sebagai "tempat adu darah" itu terbuka bagi pendatang baru sejak dahulu kala.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sakarang, Adonara pantas mendapat julukan baru sebagai pulau yang dihuni masyarakat yang gemar merantau. Tua muda, laki perempuan ramai-ramai mengadu nasib di tanah perantauan. Bahkan merantau boleh dibilang sudah menjadi trend kebanyakan penduduk Adonara untuk memperbaiki taraf hidup. Sudah biasa kaum isteri ditinggal pergi suaminya marantau. Isteri-isteri ini sering dijuluki jamal (janda Malaysia) karena suaminya merantau ke Malaysia. Negeri yang dituju umumnya adalah Malaysia, Singapura dan Brunai Darusalam. Kini, dengan berbagai kesulitan masuk ke Negeri Jiran Malaysia, orang Adonara sudah beralih ke Batam.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dari perantauan, mereka mengirim biaya untuk anak-anak sekolah, membangun rumah dan&lt;br/&gt;sebagiannya ditabung. Tidak sedikit generasi muda pulau itu sukses meraih gelar kesarjanaan dari uang yang dikirim keluarganya di perantauan. Ada pula warga yang merantau selama belasan tahun untuk mengumpulkan modal dan kembali merintis usaha. Ada yang membeli satu dua unit kendaraan yang dijadikan sebagai angkutan umum (penumpang dan barang). Truk-truk yang dibeli dengan uang yang diperoleh dari merantau itu dimodifikasi menjadi angkutan penumpang, diberi tempat duduk dan atap. Kini, tidak sedikit warga yang baru kembali dari merantau, mulai membeli mikrolet di Kota Kupang untuk dijadikan angkutan penumpang di pulau itu.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Adonara kini sudah berubah. Dulu sebagai `pulau pembunuh', pulau itu identik dengan perang dan&lt;br/&gt;darah. Kaum pria ke mana-mana selalu membawa parang, tombak, anak panah dan busur. Kini&lt;br/&gt;senjata-senjata itu sudah ditinggalkan, selain hanya sebagai simbol keberanian dan kepahlawanan.&lt;br/&gt;Senjata generasi Adonara saat ini bukan lagi dopi noon gala (perisai dan rombak) tetapi tulis-basa&lt;br/&gt;(menulis dan membaca). (dami ola)&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-7004655083923969442?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/7004655083923969442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=7004655083923969442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/7004655083923969442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/7004655083923969442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2008/01/praktik-kehidupan-di-pulau-adonara.html' title='PRAKTIK KEHIDUPAN DI PULAU ADONARA'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-7747860033981085096</id><published>2008-01-08T14:51:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T16:31:37.923-08:00</updated><title type='text'>KONFLIK DAN PERANG TANDING ADONARA</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;A. PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sesungguhnya perang yang mendunia, merupakan suatu temuan sosial yang&lt;br/&gt;selalu ada dalam dinamika sejarah kehidupan masyarakat. Menurut Margareth Mead&lt;br/&gt;(1940) perang (kekerasan sistematis) adalah suatu temuan sosial yang dipelajari secara&lt;br/&gt;tidak se-ngaja. Hal ini bisa saja bermula dari berbagai cerita rakyat yang menguraikan&lt;br/&gt;bahwa jika masyarakat berada dalam situasi-situasi khusus, maka kekerasan&lt;br/&gt;merupakan suatu bentuk responsif yang layak dipilih.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pendapat ini dengan lugas memperlihatkan bahwa perang adalah sebuah produk&lt;br/&gt;sosial yang ada dalam setiap dinamika sejarah kehidupan masyarakat. Jika demikian,&lt;br/&gt;dapatkah perang dilenyapkan? Perang dan damai selalu tidak terlepas dari faktor&lt;br/&gt;manusia itu sendiri. Keduanya menyentuh batin manusia tidak secara marginal dan&lt;br/&gt;pariferal, melainkan menyentuh secara sentral dan menyeluruh. Berarti untuk&lt;br/&gt;menghentikan perang tanding sangat tergantung pada orang-orang Adonara sendiri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;B.PRODUK SOSIAL&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Perang tanding di Adonara, tidak seharusnya dipahami sebagai sebuah bentuk&lt;br/&gt;kekerasan atau kekejaman bunuh membunuh semata. Tetapi sebagai sebuah hal mistis&lt;br/&gt;religius yang menjadi perintah dari sebuah wujud tertinggi, Rera Wulang. Perang tanding&lt;br/&gt;sesungguhnya mempunyai dimensi mistis religius menyangkut kebenaran hakiki&lt;br/&gt;"mureng - nalang" (benar-salah), medhong-melang (baik-buruk), ata raeng-titeng&lt;br/&gt;(kepemilikkan) yang terpaut langsung dengan sang pencipta atau Rera Wulang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Prinsip ini barangkali tidak masuk akal atau sangat naif. Ernst Vatter dalam&lt;br/&gt;bukunya Ata Kiwang mengulas dalam sebuah bab: Adonara, Pulau Pem-bunuh,&lt;br/&gt;menjelaskan hal yang tidak masuk akal ini se-bagai berikut : "Di Hindia Belanda Bagian&lt;br/&gt;Timur ti-dak ada satu tempat lain di mana terjadi begitu ba-nyak pembunuhan seperti di&lt;br/&gt;Adonara. Hampir semua pembunuhan dan kekerasan, penyerangan dan keja-hatankejahatan&lt;br/&gt;kasar lain, yang disampaikan ke Larantuka untuk diadili, dilakukan oleh orangorang&lt;br/&gt;Adonara. Tak ada satu pulau lain di sebelah timur ke-pulauan Indonesia yang&lt;br/&gt;mempunyai nama yang be-gitu jelek, baik untuk orang Eropa maupun untuk orang&lt;br/&gt;pribumi dari wilayah-wilayah tetangga, seperti Adonara. Meski pulau ini dikaruniai&lt;br/&gt;dengan keindahan alam dan kesuburan tanah, serta pen-duduknya dibedakan dari&lt;br/&gt;orang-orang lain karena ke-cerdasannya, semangat kerja serta kemampuan menyesuaikan&lt;br/&gt;diri dan semangat hidup yang tak terkendali.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Keadaan ini tidak saja disebabkan oleh kutuk dendam darah yang masih&lt;br/&gt;menekan dan membelenggu tanah ini, dan tahun demi tahun masih selalu menuntut&lt;br/&gt;korban, tetapi juga disebabkan oleh keadaan jiwanya dan keadaan rohani suku bangsa&lt;br/&gt;ini: terlalu perasa terhadap penghinaan, yang paling sepele pun..., suatu kecenderungan&lt;br/&gt;untuk bertingkah serta keangkuhan dengan suatu rasa rendah diri yang nyata terhadap&lt;br/&gt;bangsa dan kebudayaan sendiri, kesenangan untuk berperang dan penumpahan darah,&lt;br/&gt;dibarengi dengan kecurigaan dan ketakutan; akhirnya tak dapat disangkal bahwa ada&lt;br/&gt;suatu kecenderungan untuk berlaku kasar dan kejam, atau mungkin lebih tepat&lt;br/&gt;dikatakan suatu desakan yang tak tertahankan untuk menyelesaikan tegangan-tegangan&lt;br/&gt;kejiwaan dengan tindakan-tindakan yang eksploitif.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dapat dikatakan bahwa Adonara adalah suatu pulau yang tidak mempunyai&lt;br/&gt;batas dan patokan; menurut pandangan Eropa rangsangan dan reaksi pada orang-orang&lt;br/&gt;ini tidak sepadan, sebab dan tindakan kelihatannya tidak mempunyai hubungan yang&lt;br/&gt;masuk akal".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketidakmengertian banyak kalangan atas hakekat perang tanding di Adonara,&lt;br/&gt;membuat banyak orang berkesimpulan sama dengan Ernst Vatter. Padahal perang&lt;br/&gt;tanding di Adonara merupakan sebuah produk sosial yang selalu ada dalam dinamika&lt;br/&gt;kehidupan masyarakat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pertama, perang tanding diterima sebagai sebuah ritual mistis religius untuk&lt;br/&gt;mencari kebenaran hakiki yang disebut koda. Koda adalah inti dari sebuah keyakinan&lt;br/&gt;atas nilai kebenaran yang diperjuangkan. Koda mureng deino, koda nalang gokano.&lt;br/&gt;Artinya ji-ka Anda benar, Anda tetap tegak berdiri. Apabila An-da salah, Anda harus&lt;br/&gt;jatuh. Atau koda mureng tobu lewum, koda nalang pekeng lewum. Arinya, jika An-da&lt;br/&gt;benar, Anda tetap menghuni kampung Anda. Jika Anda kalah, keluarlah dari kampung&lt;br/&gt;Anda sendiri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam hal ini perang tanding diyakini sebagai suatu proses budaya, dimana&lt;br/&gt;setiap orang dapat menemukan jati diri dan kehormatannya dalam mempertahankan&lt;br/&gt;kebenaran dan keadilan. Pandangan ini membuat orang Adonara sangat menjaga&lt;br/&gt;eksistensinya dan tidak melakukan pembunuhan segampang orang membalikkan&lt;br/&gt;telapak tangan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Manusia selalu dihormati sebagai makhluk ciptaan Tuhan tertinggi, milik "Rera&lt;br/&gt;Wulang". Sehingga memperlakukannya secara tidak manusiawi sampai membunuhnya&lt;br/&gt;tidak diperkenankan. Menghilangkan nyawa seseorang dengan sendirinya bermusuhan&lt;br/&gt;langsung dengan Rera Wulang, yang konsekuensinya pemutusan hubungan langsung&lt;br/&gt;(kenetung) dengan Tuhan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kedua, perang tanding sebagai keharusan pilihan penyelesaian konflik dan&lt;br/&gt;solusi atau alternatif terakhir (last resort) karena jalan damai menemui jalan buntu. Hal&lt;br/&gt;ini disebabkan oleh&lt;br/&gt;1. Ketidak relaan pihak-pihak yang bersengketa mengakhiri konflik dan tetap&lt;br/&gt;    mempertahankan kebenaran pandangan masing-masing.&lt;br/&gt;2. Keinginan pihak-pihak yang bermusuhan, menunjukkan kehormatan atas&lt;br/&gt;    perjalanan pencarian kebenaran hakiki atas obyek yang disengketakan.&lt;br/&gt;3. Keyakinan, bahwa perang tanding dengan kekalahan pada salah satu pihak,&lt;br/&gt;    dapat memberi bukti langsung siapa yang benar dan siapa yang salah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pilihan ini dapat memungkinkan dimulainya perubahan struktural yang diperlukan&lt;br/&gt;untuk menghilangkan sebab-sebab fundamental terjadinya konflik. Hal ini dengan serta&lt;br/&gt;merta membawa masyarakat pada kemandirian dalam menentukan sikap dan&lt;br/&gt;keberpihakan pada satuan kelompok suku atau orang-orang kuat untuk&lt;br/&gt;mempertahankan otonomi dengan tetap berpegang pada kepercayaan lokal yang&lt;br/&gt;tradisional.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dengan demikian perang tanding merupakan jalan untuk mengakhiri semua&lt;br/&gt;gangguan psikologis terhadap kesetaraan yang telah ditetapkan secara lokal atau&lt;br/&gt;menerima kenyataan adanya diferensiasi hirarkis. Setiap orang Adonara menyadari dan&lt;br/&gt;menghargai kemanfaatan atau bahkan pentingnya berintegrasi ke dalam sebuah struktur&lt;br/&gt;yang lebih luas yang diperoleh melalui perang tanding. Juga menyadari akibat yang&lt;br/&gt;merugikan jika seseorang atau sekelompok orang mengambil bagian dalam jaringan&lt;br/&gt;yang lebih luas dalam kondisi yang tidak menguntungkan dari sebuah perang tanding.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketiga, perang tanding sebagai ziarah harga diri. Tradisi suku mia (mia = malu),&lt;br/&gt;lewotana gehi (gehi = tidak mau) atau lewotana mia, membuat orang Ado-nara&lt;br/&gt;cenderung mengagungkan pembelaan harga diri melalui perang tanding. Lewotana ini&lt;br/&gt;menyangkut ar-tian nyata maupun abstrak yang dijadikan sebagai ri-tual dan tabu dalam&lt;br/&gt;menentukan perang tanding. Dalam masyarakat tradisional yang cenderung&lt;br/&gt;mendekatkan diri dengan alam, tabu atau larangan selalu dijunjung tinggi. Melanggar&lt;br/&gt;larangan atau yang tabu, dapat memicu dilakukan perang tanding.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Keempat, perang tanding di Adonara tidak sama dengan kerusuhan (riot) yang&lt;br/&gt;sifatnya spontan karena banyaknya orang di suatu tempat (crowd). Perang tanding di&lt;br/&gt;Adonara dilakukan melalui sebuah fase ritual yang sangat rumit, melalui puasa maupun&lt;br/&gt;pantang, dan memakan waktu yang sangat lama. Bisa berminggu-minggu, berbulanbulan&lt;br/&gt;bahkan sampai bertahun-tahun. Proses ini dimulai dari mula ekeng peri wato&lt;br/&gt;untuk menyatukan niat antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan&lt;br/&gt;antara manusia, alam dan Rera Wulang, sampai adanya petunjuk yang datang melalui&lt;br/&gt;mimpi (nureng).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mimpi ini kemudian dikaji dan dianalisa oleh orang-orang tertentu untuk mendapat&lt;br/&gt;kepastian. Se-perti restu Rera Wulang, dan waktu untuk memulai perang tanding. Suatu&lt;br/&gt;hal yang agak unik, adalah ke-tika seseorang pergi ke medan perang, ia tidak&lt;br/&gt;membangun kesombongan di dalam diri untuk ber-perang atau membunuh orang. Yang&lt;br/&gt;dibatini adalah, bagaimana koda itu dibawa kepada lawan, agar lawan dapat&lt;br/&gt;membayarnya sebagai pelunasan hutang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kelima, dalam setiap perang tanding ada sportivitas. Masing-masing orang yang&lt;br/&gt;berhadapan secara kejam dan ingin membunuh, tidak menyimpan dendam. Oleh karena&lt;br/&gt;dendam dan permusuhan hanya berada pada pihak-pihak yang bersengketa. Ada tradisi&lt;br/&gt;yang dihormati bersama: pagi perang, siang istirahat, sore perang lagi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;C.KONFLIK DI ADONARA&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Konflik dalam artian luas dipicu atau selalu diawali oleh dua unsur yang&lt;br/&gt;seringkali tidak disadari. Pertama, pengaruh eksternal masyarakat, seperti hasutan dari&lt;br/&gt;orang-orang tertentu dan adu domba dari pihak-pihak yang mempunyai kepentingan&lt;br/&gt;politis atau kepentingan irasional lainnya. Kedua, suasana batin atau faktor internal&lt;br/&gt;masyarakat yang sudah lama menyimpan dendam, kejengkelan, amarah dan kebencian&lt;br/&gt;terhadap orang tertentu atau golongan tertentu dalam masyarakat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apabila ditelaah, konflik di Pulau Adonara tidak sama dengan konflik sosial yang&lt;br/&gt;melanda Indonesia seperti di Ambon, Kalimantan, Poso, Aceh dan Timor Timur&lt;br/&gt;(sebelum merdeka). Konflik di Adonara, umumnya merupakan konflik nilai-nilai yang&lt;br/&gt;hidup dalam masyarakat, baik nilai hidup antarpribadi maupun antarkelompok. Konflik ini&lt;br/&gt;sangat dilatarbelakangi antara lain oleh hak-hak dasar, filsafat hidup, budaya dan citacita&lt;br/&gt;tentang kehidupan bersama yang dibangun dalam lewotana.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dengan demikian setiap konflik di Adonara harus dipahami secara utuh sebagai&lt;br/&gt;manifestasi dari sejumlah gejala, yang dapat disoroti dari sudut pandang interaksi sosiokultural,&lt;br/&gt;baik dalam kehidupan tradisional sebelum kemerdekaan Indonesia maupun&lt;br/&gt;kehidupan moderen setelah kemerdekaan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebelum kemerdekaan, konflik yang terjadi umumnya berhubungan dengan&lt;br/&gt;perjuangan nilai-nilai hakiki yang hidup dalam masyarakat seperti keadilan, kedamaian&lt;br/&gt;dan konsistensi penerapan hukum tidak tertulis (lewo murung atau lewo puro lakang).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dimensi konflik seperti ini tidak meluluh negatif, tetapi bisa memperbaiki kehidupan&lt;br/&gt;sosial masyarakat dalam memprioritaskan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, tanggung&lt;br/&gt;jawab dan kesejahteraan umum.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Adanya konflik, terutama antarsuku akibat interaksi antara dua pihak yang&lt;br/&gt;mengandung aksi dan reaksi. Menurut Sellin (1938), konflik suku atau etnis yang&lt;br/&gt;berdampak kekerasan disebabkan oleh:&lt;br/&gt;1. Adanya suatu kelompok kebudayaan bermigrasi ke daerah kebudayaan&lt;br/&gt;    lain, atau norma dari suatu ke-lompok kebudayaan diperluas atau&lt;br/&gt;    diberlakukan pa-da kelompok kebudayaan lain.&lt;br/&gt;2. Ada peraturan yang tidak tertulis yang dimiliki oleh kelompok budaya&lt;br/&gt;    tertentu berbenturan pada batas kebudayaan kelompok lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Meskipun konflik di Adonara memiliki hal-hal yang bersifat partikulir, namun&lt;br/&gt;secara umum disebabkan oleh:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pertama, faktor struktural terutama kesenjangan budaya atau berbenturannya&lt;br/&gt;batas budaya nalang-mureng, medhong-melang, titeng-ata raeng, ina bine wae bumang&lt;br/&gt;(perempuan). Konflik semacam ini berkembang menjadi fungsional jika muncul aksi dan&lt;br/&gt;reaksi atas pengingkaran konsensus mengenai kepentingan menjaga batas budaya&lt;br/&gt;tersebut. Kedua, faktor pemercepat konflik, terutama pengaruh yang memicu meluasnya&lt;br/&gt;konflik yang melibatkan pihak ketiga dengan eskalasinya meluas menjadi perang&lt;br/&gt;tanding.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Konflik yang diselesaikan melalui perang tanding, dapat memungkinkan&lt;br/&gt;dibangunnya tatanan hidup baru, seperti : prinsip-prinsip harmoni, yakni:&lt;br/&gt;1. Menjaga agar lewotana aken data. Lewotana tidak boleh dibuat hancur, baik&lt;br/&gt;    secara fisik maupun tatanan kehidupan sosial kemasyarakatannya. Apabila ada&lt;br/&gt;    perang tanding harus dilakukan di luar desa (lali dulhing).&lt;br/&gt;2. Setia pada kesepakatan tidak tertulis yang disebut "nayung bahyang".&lt;br/&gt;    Kesepakatan ini merupakan perjanjian atau konsensi perang antara suku dengan&lt;br/&gt;    suku, atau antara wilayah dengan wilayah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kedua, dengan perang tanding tercipta sirkulasi kepemimpinan tradisional dalam&lt;br/&gt;setiap tatanan suku atau desa. Ada adigium klasik; perang tanding selalu melahirkan&lt;br/&gt;pemberani (meang atau menenoneng) dan pemimpin (deket). Namun seorang&lt;br/&gt;pemberani, tidak selamanya pemimpin. Deket atau pemimpin biasanya muncul dan&lt;br/&gt;diakui secara alamiah. Selain karena keberaniannya, ia juga memiliki kemampuan&lt;br/&gt;sebagai ahli perang dan menjadi orang kuat, dimana keberadaannya ibarat sebuah&lt;br/&gt;pohon yang rindang, tempat semua orang dapat berteduh dan meminta perlindungan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Lahirnya deket atau pemimpin tradisional tidak selamanya dari lewo alapeng&lt;br/&gt;(pemilik kampung ha-laman) atau wruing koleng (sulung) dalam sebuah suku. Peranan&lt;br/&gt;yang silih berganti ini, selalu memunculkan konflik baru dalam kehidupan masyarakat&lt;br/&gt;tradisional yang disebut pukeng wewa kiring. Konflik semacam ini selalu berkembang&lt;br/&gt;menjadi perang tanding yang memungkinkan di Adonara ada istilah kakang kemuha&lt;br/&gt;tobu lewo, aring pekeng lewo atau sebaliknya aring kemuha tobu lewo, kakang pekeng&lt;br/&gt;lewo. Artinya yang kuat tinggal di kampung halamannya, sedangkan yang kalah&lt;br/&gt;tinggalkan kampung halamannya. Dalam tatanan hidup sekarang, hal ini sangat rentan&lt;br/&gt;terhadap konflik. Karena adanya antagonisme antara kekuatan sosial di Adonara yang&lt;br/&gt;cenderung berorientasi ke masa lalu dan secara konservatif menggugat kemapanan&lt;br/&gt;peranan setiap orang dalam proses perubahan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketiga, konflik yang diselesaikan melalui perang tanding juga disadari membawa&lt;br/&gt;akibat kebinasaan dan kehancuran yang membuat manusia tercerai berai meninggalkan&lt;br/&gt;kampung halamannya, harta bendanya dan kehilangan harga diri. Akibat perang tanding&lt;br/&gt;di Adonara (sebelum kemerdekaan) ada suku-suku yang kehilangan segala-galanya,&lt;br/&gt;dan menjadi budak suku lainnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ada suku yang tidak berdaya dan mencari perlindungan pada suku lainnya. Ada&lt;br/&gt;suku yang menang perang tetapi lepat nuho raang rehika, tidak mampu melaksanakan&lt;br/&gt;kewajiban perang kepada pihak yang membantunya dalam perang, maka harus&lt;br/&gt;membagikan harta bendanya, tanah sampai manusia kepada ata deket yang lazim&lt;br/&gt;disebut "sige bedi borang nara".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah kemerdekaan, konflik di Adonara yang meluas sampai perang tanding&lt;br/&gt;memang sering terjadi tetapi pemicunya bukan hanya faktor struktural kesenjangan&lt;br/&gt;budaya atau berbenturannya batas budaya saja. Konflik yang muncul dewasa ini kiranya&lt;br/&gt;dipahami secara utuh sebagai manifestasi dari sejumlah gejala: pertama, adanya&lt;br/&gt;antagonisme antara kekuatan sosial di Adonara yang cenderung berorientasi ke masa&lt;br/&gt;lalu dan secara konservatif menggugat kemapanan peranan setiap orang dalam proses&lt;br/&gt;perubahan. Gejala ini merupakan perwujudan dari menguatnya revolusi identitas yang&lt;br/&gt;bertali temali dengan stereotip prasangka dan reproduksi rancang bangun identitas baru&lt;br/&gt;dalam ruang yang berubah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pertama pada tingkat individu ada memori kolektif masyarakat yang dibangun&lt;br/&gt;oleh konflik masa lalu, terutama melalui bahasa tutur. Ada budaya yang salah di&lt;br/&gt;Adonara, yakni mempercayai tutur orangtua sebagai doktrin. Persoalannya, jika&lt;br/&gt;orangtua yang menuturkan cerita koda kiring alapeng, dalam arti tahu betul persoalan&lt;br/&gt;dan menuturkannya secara benar, maka yang diwariskan adalah kebenaran koda kiring.&lt;br/&gt;Sehingga generasi baru dapat memahami secara benar perubahan atau berbeloknya&lt;br/&gt;sejarah keberadaan mereka.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sedangkan apabila orangtua mereka tidak tahu apa-apa, maka anak&lt;br/&gt;bersangkutan akan menangkap cerita tanpa isi. Cerita yang salah ini kalau diyakini&lt;br/&gt;sebagai doktrin dengan sendirinya akan berbenturan dengan pandangan pihak lain yang&lt;br/&gt;benar. Hal ini kalau tidak dimediasi, maka akan tetap memicu konflik yang dapat&lt;br/&gt;berkembang menjadi perang tanding. Oleh karena masing-masing pihak akan selalu&lt;br/&gt;merasa benar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kedua, terjadi penyimpangan atas aturan yang tidak tertulis, kesepakatan atau&lt;br/&gt;nayung bahyang oleh karena dalam berinteraksi masing-masing pihak secara individu&lt;br/&gt;atau berkelompok (suku) merasa lebih dari yang lain.&lt;br/&gt;Ketiga, ada ketimpangan atau ada sumber penghasilan yang menjadi rebutan,&lt;br/&gt;terutama tanah atau kebun.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;4. SOLUSI PERANG TANDING&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Untuk mengatasi konflik dan perang tanding di Adonara, maka perlu diupayakan:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pertama, persoalan yang menjadi akar konflik hendaknya benar-benar mampu&lt;br/&gt;diungkap secara gamblang, meskipun fakta yang mengemuka mungkin sangat tidak&lt;br/&gt;mengenakkan bagi salah satu suku. Menuntaskan segala permasalahan yang menjadi&lt;br/&gt;sumber konflik tetap merupakan agenda terpenting bagi pencegahan perang tanding.&lt;br/&gt;Bila hal ini tidak terpecahkan, maka wilayah konflik tetap menjadi api dalam sekam yang&lt;br/&gt;apabila ditiup oleh angin sedikit pun akan membara dan menyala.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kedua, perlu kebesaran hati untuk memahami bahwa berbe-loknya sejarah tidak&lt;br/&gt;bisa dibeli. Tetapi yang kita butuhkan ada-lah menegakkan posisi tawar guna&lt;br/&gt;menemukan solusi terbaik penyelesaian berbagai konflik atau kekerasan sistematis&lt;br/&gt;dalam bentuk perang tanding. Untuk itu diperlukan kemauan, kerelaan dan kerendahan&lt;br/&gt;hati dari semua elite Adonara untuk mengem-bangkan sirkulasi kepemimpinan baik&lt;br/&gt;formal maupun informal dalam menyelesaikan setiap konflik dan perang tanding.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketiga, untuk kasus Tobi-Lewokeda kiranya selain upaya pemerintah yang&lt;br/&gt;sementara ini sedang berjalan, dibutuhkan pula kemampuan atau sikap disorientasi&lt;br/&gt;sosial dalam perilaku masyarakat maupun elite Adonara untuk mengembangkan&lt;br/&gt;prosedur resolusi konflik yang di dalamnya terdapat upaya:&lt;br/&gt;1. Mengembangkan proses mediasi dan fasilitasi untuk mengakhiri konflik&lt;br/&gt;    dan perang tanding.&lt;br/&gt;2. Mendesain atau merancang konsepsi keterlibatan pihak ketiga yang&lt;br/&gt;    benar-benar netral, terutama suku atau desa-desa di Adonara yang&lt;br/&gt;    pernah membangun konsensus atau nayung bahyang dengan kedua&lt;br/&gt;    belah pihak yang berperang tanding, guna memperkecil ruang&lt;br/&gt;    dilakukannya perang tanding.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;` Keempat, perang tanding di Adonara dapat dihentikan jika persoalan sepeleh&lt;br/&gt;yang seharusnya ditangani secara cepat tidak dibiarkan berlarut dan perlu kesadaran&lt;br/&gt;semua pihak untuk menyelesaikan setiap persoalan potensial menimbulkan konflik&lt;br/&gt;berkepanjangan sampai perang tanding.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;5.UNTUK DIRENUNGKAN&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Bisakah dihentikan perang tanding di Pulau Adonara?" Tanpa ada niat untuk&lt;br/&gt;menggurui pembaca, penulis mengatakan bahwa perang tanding di Adonara bisa&lt;br/&gt;dihentikan; asal ada kerendahan hati, kemauan dan kerelaan dari orang-orang Adonara&lt;br/&gt;untuk menyelesaikan setiap konflik yang terjadi dengan jalan damai.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;P I S S&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;· Penulis, &lt;br/&gt;. pengamat sosial,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Marsel Tupen Masan&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;i&gt;( Untuk Bpk. Marsel Tupen Masan, kami dari PanCrue meminta maaf yang sebesar-besarnya karena memuat tulisan ini tanpa sepengetahuan Bpk. Tidak ada maksud untuk melecehkan. Kami hanya ingin tulisan ini dapat dibaca semua masyarakat yg peduli adonara)&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-7747860033981085096?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/7747860033981085096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=7747860033981085096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/7747860033981085096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/7747860033981085096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2008/01/konflik-dan-perang-tanding-adonara.html' title='KONFLIK DAN PERANG TANDING ADONARA'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-7844489974589746360</id><published>2008-01-08T14:36:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T15:18:00.041-08:00</updated><title type='text'>TEMUTU TO'U</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A. ASAL – USUL ORANG ADONARA&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Orang pertama Adonara adalah turunan seorang wanita bernama Sedo Lepan.&lt;br/&gt;Wanita ini adalah manusia paling pertama yang menghuni Nusa Tadon&lt;br/&gt;Adonara.TubuhNya ditumbuhi bulu lebat. Wanita pertama ini muncul bersama timbulnya&lt;br/&gt;gunung Bolen (ILEGERE ).&lt;br/&gt;Pada suatu saat terjadilah suatu keajaiban yang luar biasa dimana tubuh Sedo&lt;br/&gt;Lepan ini “pecah” dan keluarlah seorang wanita lagi yang kemudian dikenal dengan&lt;br/&gt;nama Kewa Sedo Bolen. Pada saat itu, dipulau Adonara belum ada manusia lain selain&lt;br/&gt;wanita ini. Selama bertahun – tahun Ia hidup sendirian di lereng gunung Boleng.&lt;br/&gt;Kemudian suatu ketika, datanglah seorang laki – laki dari pantai selatan pulau Lembata&lt;br/&gt;yang bernama Kelake Ado Pehan. Ia diusir dari Lembata karena dituduh sebagai&lt;br/&gt;suanggi yang menyebabkan meletusnya gunung Adowojo. Ia lari dengan menggunakan&lt;br/&gt;sebuah perahu yang terbuat dari sebatang pohon kelapa. Dengan berbekalkan tuak&lt;br/&gt;satu tabung bambu (nawing) dan piso pengiris tuak ( mere ), Dia menyeberangi lautan&lt;br/&gt;dan terdamparlah Dia di pantai utara Adonara.&lt;br/&gt;Setelah berdiam sejenak, Dia memandang sekelilingNya sunyi tiada manusia.&lt;br/&gt;Kemudian dari kejauhan dilereng gunung Boleng tampaklah asap api, maka&lt;br/&gt;bergegaslah Dia ketempat asap tadi berasal. SesampaiNya disana didapatNya seorang&lt;br/&gt;perempuan tak lain adalah Kewae Sedo Bolen. Betapa terkejutnya Kelake Ado Pehan&lt;br/&gt;karna manusia ini badanNya penuh ditumbuhi buluh lebat. DpikirNya pasti penunggu&lt;br/&gt;gunung Bolen ( Nitun Harii). Setelah berbincang sebentar, diajakNya minum tuak&lt;br/&gt;bekalNya tadi. Setelah menghabiskan tuak tiba – tiba Kewae Sedo Bolen mabuk dan&lt;br/&gt;tertidur. Kesempatan ini digunakan Kelake Ado Pehan untuk mencukur seluruh buluh&lt;br/&gt;yang ada ditubuh perempuan itu engan pisau yang dibawa tadi. Betapa kagetNya Dia&lt;br/&gt;ternyata perempuan ini bukan penunggu atau manusia jadi – jadian, maka disisahkan&lt;br/&gt;buluh disekitar ketiak dan dibawah pusar.&lt;br/&gt;Tak selang beberapa waktu kemudian keduanNya menikah. Dari pernikahan&lt;br/&gt;kedua kmanusia pertama ini kemudian lahirlah tujuh orang putra, yang setelah besar&lt;br/&gt;dan karena keadaan dan kondisi. Mereka menyebar keseluruh wilayah dibawah lereng&lt;br/&gt;gunung Boleng. Nama ketujuh putra Kewae Sedo Bolen dan Kelake Ado Pehan dan&lt;br/&gt;wilayah menjadi tempat keturunanNya :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1.LADO IPA JARANG&lt;br/&gt;KeturunanNya ada di Boleng&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;2.MADO PALING TALE&lt;br/&gt;KeturunaNya ada di Doken&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;3.BEDA GERI NIHA&lt;br/&gt;KeturunaNya ada di Nihaona&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;4.DULI LEDAN LABI&lt;br/&gt;KeturunanNya ada di Lewoduli&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;5.KIA KARA BAU&lt;br/&gt;KeturunanNya ada di Wokabelolon – Kiwangona&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;6.KIA LALI TOKAN&lt;br/&gt;KeturunanNya ada di Lewobelek – Adonara Barat&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;7.SUE BUKU TORAN&lt;br/&gt;KeturunanNya ada di Lewojawa – Lamahala&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Karena semakin ramai penduduk adonara maka datanglah beberapa suku dari&lt;br/&gt;luar Adonara yang berasal dari timur yang disebut Ata Serang – Goran dan dari barat&lt;br/&gt;yang disebut Ata Sihna – jawa. Dan juga dari Bugis – Bonerate karena ada pengaruh&lt;br/&gt;sultan Bugis. Dan juga masih ada lagi manusia – manusia yang berasal dari keajaiban&lt;br/&gt;seperti lahir dari telur, bambu, kelapa, awan ataupun keajaiban –keajaiban lain. Semua&lt;br/&gt;manusia ini yang sekarang menjadi masyarakat Adonara.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;B. ASAL – USUL NAMA ADONARA&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-Nama Adonara terdapat dua pengertian :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Adonara berasal dari kata &lt;strong&gt;“ADO”&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;“NARA”.&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Ado&lt;/strong&gt; ini mengingatkan orang Adonara akan pria pertama yang hidup dipulau&lt;br/&gt;Adonara yakni Kelake Ado Pehan.&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Nara&lt;/strong&gt; berarti kampung, bangsa, kaum kerabat.&lt;br/&gt;Jadi Adonara artinya Ado punya kampung, Ado punya suku bangsa,Ado punya&lt;br/&gt;keturunan atau kaum kerabat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Adonara juga berasal dari kata &lt;strong&gt;Adok Nara&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;Adok berarti mengadu domba&lt;br/&gt;Nara berarti kampung, suku bangsa, kaum kerabat, golongan, puak.&lt;br/&gt;Jadi Adoknara artinya mengadu domba warga antar kampung, suku bangsa,&lt;br/&gt;kaum kerabat&lt;br/&gt;Pengertian ini merujuk pada watak khas orang Adonara yang gemar berperang,&lt;br/&gt;jika hendak berperang, maka para pihak akan menghubungi “Nara” yakni&lt;br/&gt;keluarga, saudara, kaum kerabat di kampung lainnya agar memihak kepada&lt;br/&gt;mereka dalam perang tanding.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Adonara juga sering dikaitkan dengan &lt;strong&gt;Adu Darah&lt;/strong&gt;,yakni perang tanding yang&lt;br/&gt;terjadi dipulau itu.Yang pada masa dahulu dikenal dengan perang antara Paji&lt;br/&gt;dan Demon.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-Sedangkan nama wanita pertama Adonara Kewae Sedo Bolen sendiri diabadikan pada&lt;br/&gt;nama gunung yakni Gunung Boleng atau Ile Boleng.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;C.AMANAT UNTUK GENERASI PENERUS NUSA TADON ADONARA&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bahwa sampai hari ini orang beranggapan bahwa Orang Adonara masih identik&lt;br/&gt;dengan sifat – sifat keras dan selalu ingin membunuh. Padahal tindak kekrerasan bahkan&lt;br/&gt;sampai membunuh kalau ada masalah yang menyangkut hal – hal prinsip semisal harkat&lt;br/&gt;dan harga diri pribadi, suku dan kampung,maka pesan yang harus dilakukan orang&lt;br/&gt;Adonara yakni bagaimana menghilangkan image orang luar tentang perilaku keras itu.&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;“Pana pai pupu taan tou kirin ehan taan gelekat Nusa Tadon adonara”&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;i&gt;Oleh.&lt;br/&gt;Yansen RianTobi.&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-7844489974589746360?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/7844489974589746360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=7844489974589746360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/7844489974589746360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/7844489974589746360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2008/01/temutu-tou.html' title='TEMUTU TO&apos;U'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-6184690162485522083</id><published>2007-03-22T13:55:00.000-07:00</published><updated>2008-01-08T16:15:03.209-08:00</updated><title type='text'>PEMERINTAHAN</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Adonara sendiri sebenarnya adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, yakni di sebelah timur Pulau Flores. Luas wilayahnya 509 km², dan titik tertingginya 1.676 m. Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores di sebelah utara, Selat Solor di selatan (memisahkan dengan Pulau Solor), serta Selat Lowotobi di barat (memisahkan dengan Pulau Flores.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Secara administratif, Pulau Adonara termasuk wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Adonara merupakan satu diantara dua pulau utama pada kepulauan di wilayah Kabupaten Flores Timur. Awalnya terdiri dari 2 kecamatan yang kemudian di kembangkan menjadi 7 kecamatan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Adonara dahulu merupakan sebuah kerajaan yang didirikan pada tahun 1650.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sampai dengan saat sekarang Adonara terus berbenah baik dalam infrastruktus dan prasarana yang ada di daerahnya......................................................&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;/*&lt;i&gt;dari wikipedia&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-6184690162485522083?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/6184690162485522083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=6184690162485522083' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/6184690162485522083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/6184690162485522083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2007/03/pemerintahan.html' title='PEMERINTAHAN'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-6914807684522812080</id><published>2007-03-22T13:53:00.003-07:00</published><updated>2007-03-22T14:06:50.756-07:00</updated><title type='text'>PARIWISATA</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Pesona wisata budaya menjadi andalan dari pulau yang satu ini.&lt;br /&gt;Karena sampai dengan saat sekarang di mana revolusi teknologi tengah melanda dunia,&lt;br /&gt;Adonara masih berpegang teguh pada norma-norma dan adat-istiadat.&lt;br /&gt;Sehingga tidak mengherankan kalau Adonara menjadi daerah tujuan wisata dari wisatawan mancanegara dan domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat wisata yang sering di jadikan referensi bagi pelancong adalah&lt;br /&gt;desa-desa yang mempunyai basis budaya seperti rumah-rumah adat,&lt;br /&gt;upacara adat seperti upacara pemanggilan hujan pada masa menjelang musim tanam,&lt;br /&gt;upacara PA'O NUBA NARA, dan masih banyak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain wisata budaya, Adonara mempunyai tempat-tempat wisata&lt;br /&gt;seperti danau KOTA KAYA dan wisata pantai.&lt;br /&gt;Suatu pesona wisata yang masih sangat perawan dengan memiliki pantai yang sangat eksotis, hamparan pasir putih sepanjang mata memandang dengan deburan ombak yang memicu adrenalin bagi mereka yang senang surfing.&lt;br /&gt;Cocok bagi mereka yang suka dengan adventure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk akses ke Adonara sendiri, anda cukup menyeberang kurang lebih 30 menit dengan menggunakan kapal motor laut dari ibukota kabupaten Flores Timur, Larantuka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-6914807684522812080?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/6914807684522812080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=6914807684522812080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/6914807684522812080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/6914807684522812080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2007/03/pariwisata.html' title='PARIWISATA'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-6896129398903046054</id><published>2007-03-22T13:53:00.001-07:00</published><updated>2007-03-22T14:05:50.077-07:00</updated><title type='text'>POSISI GEOGRAFIS</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Adonara adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah timur pulau Flores. Sebuah pulau kecil yang di kelilingi oleh lautan lepas di sebelah utara dan selatan, sedangkan di sebelah timur dan baratnya berbatasan dengan pulau Lomblem dan Flores. Dengan kondisi daerah yang sangat kering, kecuali di sebelah barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar penduduknya bermata pencaharian sebagai Petani, dengan hasil dari pertanian lahan kering. Sedangkan di sebelah baratnya penduduk mengandalkan hasil dari tanaman perkebunan seperti Cengkeh, Vanili, Cokelat. Ada juga yang bermata pencaharian sebagai Nelayan, karena wilayahnya yang di kelilingi oleh perairan. Namun yang bermata pencaharian sebagai Nelayan kebanyakan penduduknya yang berdomisili di daerah pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk asli Adonara menurut sejarah berasal dari keturunan Kelake Ado Pehan dan Kewae Sedo Bolen, keturunan yang berasal dari Ileboleng. Sedangkan yang lainnya pendatang dari pulau Seram dan Saparua dan sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-6896129398903046054?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/6896129398903046054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=6896129398903046054' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/6896129398903046054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/6896129398903046054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2007/03/posisi-geografis.html' title='POSISI GEOGRAFIS'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-7765491678981137365</id><published>2007-03-22T13:51:00.000-07:00</published><updated>2008-01-08T16:14:36.479-08:00</updated><title type='text'>SEJARAH GEOLOGI</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;A. Sejarah Letusan&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kegiatan gunung api Ile Boleng yang tercatat dalam sejarah, yakni sejak&lt;br/&gt;tahun 1885 hingga tahun 1987, perinciannya adalah sebagai berikut :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1885 September - Oktober, terjadi letusan eksplosif dari kawah pusat.&lt;br/&gt;1888 Terjadi letusan eksplosif di kawah pusat dan aliran lava.&lt;br/&gt;1904 Terjadi letusan eksplosif di kawah pusat.&lt;br/&gt;1909 9 Nopember 1909 terjadi letusan eksplosif di kawah pusat&lt;br/&gt;1927  mungkin terjadi letusan di kawah pusat.&lt;br/&gt;1944 Agustus – Oktober, kenaikan kegiatan.&lt;br/&gt;1947 Januari, terjadi letusan gas&lt;br/&gt;1948 29 April 1948, terjadi letusan ekplosif di kawah pusat.&lt;br/&gt;1949 4 Pebruari dan 12 Juni 1949, terjadi letusan eksplosif dikawah pusat.&lt;br/&gt;1950 Kenaikan aktifitas sejak Maret 1950, dilanjutkan dalam bulan Juni&lt;br/&gt;               dan bulan berikutnya.&lt;br/&gt;1954 Letusan eksplosif (abu dan batuan) tanggal 26 Februari&lt;br/&gt;1954. Tanggal 3 April&lt;br/&gt;1954 asap tebal dan hujan abu. Tanggal 4 dan 19 April 1954 terjadiletusan asap &lt;br/&gt;               dan batu-batu disekitar puncak, asap putih tebal tekanan gas kuat.&lt;br/&gt;1973 Kegiatan meningkat mulai Nopember 1973.&lt;br/&gt;1974 Sejak Januari – Februari 1974 telah terjadi daerah hangus &lt;br/&gt;               disekitar puncak.&lt;br/&gt;               Minggu kedua dan ketiga April 1974 terjadi peningkatan kegiatan &lt;br/&gt;               yaitu suara gemuruh dari dalam kawah dan letusan asap setinggi 800 m.&lt;br/&gt;1975 Tanggal 21 dan 31 Maret 1975 terjadi letusan asap setinggi 1000m, &lt;br/&gt;               terjadi hujan abu dan ada daerah yang rusak.&lt;br/&gt;1982 – 1984 Periode letusan dimulai tanggal 11 Oktober 1982 hingga 13April 1984. &lt;br/&gt;               Tinggi abu letusan antara 200 – 1000 m di atas puncak.&lt;br/&gt;1986 Pada tanggal 28 Mei terjadi letusan abu dengan luas penyebaran&lt;br/&gt;               abu mencapai 19,25 km2. Ketebalan abu 0,5 – 3 mm. Disekitar&lt;br/&gt;               puncak terjadi kebakaran. &lt;br/&gt;          Pada tanggal 18 dan 26 Juli terjadi letusan abu dengan tinggi letusan &lt;br/&gt;          mencapai 800 m. &lt;br/&gt;         Pada tanggal 10 dan 24 Nopember terjadi letusan abu &lt;br/&gt;         dengan tinggi letusan&lt;br/&gt;        1000 m.&lt;br/&gt;1987 Pada tanggal 2 Oktober terjadi letusan abu, luas penyebaran abu&lt;br/&gt;         mencapai 15,4 km2, tebal abu 0,5 – 2 mm di Desa Nisakarang,&lt;br/&gt;         Horinara, Tabobali, Lamalouk. Lontaran benda pijar sampai di&lt;br/&gt;        lereng gunung bagian barat dan utara.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;B.Karakter Letusan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Karakter letusan G. Ile Boleng, adalah berupa erupsi eksplosif&lt;br/&gt;preatomagmatik (dimanifestasikan oleh sejumlah endapan jatuhan piroklastik).&lt;br/&gt;Secara berangsur, kekuatan erupsi G. Ile Boleng melemah dan cenderung&lt;br/&gt;menghasilkan erupsi epusif magmatik (dimanifestasikan oleh sejumlah leleran&lt;br/&gt;lava).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;C.Periode Letusan&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Periode letusan G. Ile Boleng yaitu periode istirahat terpendek adalah &lt;br/&gt;1 - 2 tahun dan periode istirahat terpanjang selama 20 tahun, dengan rincian&lt;br/&gt;berikut:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;setelah meletus pada tahun 1885, &lt;br/&gt;letusan berikutnya adalah tahun 1888&lt;br/&gt;(tenggang letusan sekitar 3 tahun).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah letusan 1888, kemudian meletus lagi&lt;br/&gt;tahun 1904 dan 1909 (tenggang letusan sekitar 16 dan 5 tahun).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kemudian meletus lagi tahun 1927 dan tahun 1947 &lt;br/&gt;(tenggang letusan sekitar 18 dan 20 tahun).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Selanjutnya ritme letusan semakin sering, yakni pada tahun 1948, 1949,&lt;br/&gt;1954 (tenggang letusan sekitar 1 – 5 tahun).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sejak 1954, periode istirahat cukup&lt;br/&gt;panjang dan baru terjadi letusan lagin pada tahun 1974 &lt;br/&gt;(tenggang letusan 20 tahun).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kemudian ritme letusan semakin sering lagi, &lt;br/&gt;yakni pada tahun 1975, 1982-1984, 1986 &lt;br/&gt;dan letusan terakhir terjadi tahun 1987 &lt;br/&gt;(tenggang letusan sekitar 1 – 7 tahun).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah tahun 1987, belum terjadi lagi letusan dari Kawah&lt;br/&gt;utama (kawah pusat termuda G. Ile Boleng).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;D.Tipe Letusan&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tipe letusan G. Ile Boleng adalah letusan eksplosif (pada awal&lt;br/&gt;pembentukkan, dimanifestasikan dengan sejumlah endapan jatuhan piroklastik)&lt;br/&gt;dan letusan epusif (dimanifestasikan dengan sejumlah leleran lava berkomposisi&lt;br/&gt;andesit – andesit basaltik).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Daftar Acuan&lt;br/&gt;· Alzwar, M., 1990, G. Ili Boleng. &lt;br/&gt;  Berita Berkala Vulkanologi No. 149, Direkt. Vulkanol.,&lt;br/&gt;  Bandung.&lt;br/&gt;· Irianto, 2000, Laporan Penyelidikan Petrokimia G. Ili Boleng, Adonara – Flores.&lt;br/&gt;  Bandung : Direkt. Vulkanol., tidak dipublikasikan.&lt;br/&gt;· Kristianto, dkk., 1996, Laporan Evaluasi Seismik G. Ili Boleng dan G. Ili Lewotolo; &lt;br/&gt;  Juni 1996; Bandung: Direkt. Vulkanol., tidak dipublikasikan.&lt;br/&gt;· Kusumadinata, K., Hadian, R., Hamidi, S., dan Reksowirogo,L.D., 1979, Data dasar&lt;br/&gt;  gunungapi Indonesia; Bandung: Direktorat Vulkanologi, Dirjen Pertamb. Umum, Depart.&lt;br/&gt;  Pertamb. Dan Energi, hal. 530-538&lt;br/&gt;· Reksowirogo,L.D., 1972, Daerah bahaya sementara gunung Ili Boleng (Adonara);&lt;br/&gt;  Direkt. Geol.&lt;br/&gt;· Suhadi, D., Mulyana, A.R., 1999, Pemetaan Geologi Foto G. Ili Boleng; Bandung:&lt;br/&gt;  Direkt. Vulkanol., tidak dipublikasikan.&lt;br/&gt;· Taufiqurrohman, R., Pribadi, A., Sutawidjaja, I.S., 2000, Laporan Pemetaan Geologi G.&lt;br/&gt;  Ili Boleng P. Adonara - Flores, NTT; Bandung: Direkt. Vulkanol.,tidak dipublikasikan.&lt;br/&gt;· Zaennudin, A., dkk., 1993, Penyelidikan petrokimia G. Ili Boleng (P.Adonara); Bandung:&lt;br/&gt;  Direkt. Vulkanol.,tidak dipublikasikan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;(PanCrue mendapatkannya dari internet)&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-7765491678981137365?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/7765491678981137365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=7765491678981137365' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/7765491678981137365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/7765491678981137365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2007/03/sejarah-geologi.html' title='SEJARAH GEOLOGI'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601151401437831671.post-6414417151506271588</id><published>2007-03-22T13:48:00.000-07:00</published><updated>2007-03-22T14:04:38.197-07:00</updated><title type='text'>BUDAYA</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Dengan latar belakang penduduknya yang terdiri dari berbagai macam suku, Adonara mempunyai bahasa daerah Lamaholot dengan keanekaragaman dialeg. Mayoritas penduduknya beragama katolik dan sebagian lainnya Muslim. Masyarakatnya masih menganut sistem Patrilineal dimana kehormatan seorang Laki-laki di junjung tinggi dengan tidak mengurangi penghargaan terhadap kaum perempuan. Keanekaragaman budaya yang ada di Adonara sendiri mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap pola kehidupan masyarakatnya. Sistem nilai yang dianut berdasarkan pada adat-istiadat yang masih sangat kental sampai dengan saat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adonara mempunyai tarian HEDUNG yang dilatarbelakangi oleh karakteristik penduduknya yang suka berperang. Perang dalam hal ini adalah untuk eksistensi dan kehormatan. Tarian menjadi salah satu keunggulan budaya diantara tarian SOLE dan HAMANG.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601151401437831671-6414417151506271588?l=adonarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adonarakita.blogspot.com/feeds/6414417151506271588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601151401437831671&amp;postID=6414417151506271588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/6414417151506271588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601151401437831671/posts/default/6414417151506271588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adonarakita.blogspot.com/2007/03/budaya.html' title='BUDAYA'/><author><name>panusamalang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12281029160337879320</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
